Pola Makan sesuai Golongan Darah

Tulisan berikut ini adalah salinan (copy) dari blog : http://www.AsnawiLim.com/pola-makan-golongan-darah sebagai berikut :

Dunia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 Golongan Darah yang berbeda, yaitu  Golongan darah A, B, AB, dan O. Dengan persentase nya sbb : Golongan darah A : 40 %, Golongan darah B : 10 %, Golongan Darah AB : 4 %, Golongan Darah O : 46 %.

Golongan darah mempengaruhi :

  • System pencernaan
  • Kemampuan badan merespons terhadap stress
  • Keadaan mental
  • Efisiensi metabolisme
  • Kekuatan system daya tahan tubuh
  • Kemampuan aktivitas

Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik jari kita.

Karena perbedaan dampak makanan pada masing-masing golongan darah, maka : Makanan bagi anda mungkin bisa jadi racun bagi orang lain ( One Man’s Food, Another Man’s Poison).

Berikut rangkuman pola makanan yang tidak sesuai dan yang tidak sesuai dengan masing-masing golongan darah :

1. Golongan Darah AB ( 4 % populasi dunia ) :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah AB :

– Ayam, sapi, bebek, burung dara, rusa, babi, angsa, burung puyuh.

– Buncis, chikpea, kacang hitam, buncis lima.

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Kopi.

– Pisang, kelapa / santan, jambu biji, mangga, delima, jeruk, belimbing, alpukat.

– Jagung, jamur, lobak (radish), tauge, asinan, lobak putih.

– Telor bebek.

Makanan yang  SESUAI dengan Golongan Darah AB :

– Kalkun, domba, kelinci, kambing.

– Kacang kedelai, tahu, tempe.

– Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Bijian, seperti : kacang tanah, kenari, kacang merah.

– Rumput laut (kelp).

– Anggur, kiwi, jeruk bali, nanas, semangka, cranberry, mulbery, pepaya.

– Alfafa, wortel, brokoli, bit, sledri, terong, kentang manis, kol kembang, mentimun, jahe, bawang putih, ubi jalar, talas (yam).

– Telur putih (telur ayam).

Pola makan Golongan Darah AB ini merupakan Diet Campuran, dan memiliki keuntungan dan intoleransi dari Golongan Darah A dan Golongan Darah B.

2. Golongan Darah B ( 10 % polpulasi dunia ) :

Makanan yang  TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :

– Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.

– Seafood (yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Kacang-kacangan & biji-bijian, seperti : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).

– Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.

– Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.

– Telor bebek, telor burung puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :

– Telor ayam.

– Kambing, rusa, domba, kelinci.

– Licorice (sejenis kayu manis).

– Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.

– Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.

Pola makanan Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang, diet bervariasi dan satu-satunya golongan yang cocok dengan hasil perternakan.

3. Golongan Darah A (  40 % populasi dunia ) :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah A :

– Sapi, kambing, bebek, babi, domba, rusa, kelinci, angsa, burung puyuh.

– Susu sapi dan produk susu sapi.

– Kacang mente, kacang merah, buncis lima.

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Pisang, kelapa /santan, melon, mangga, jeruk, pepaya.

– Kentang, tomat, asinan, acar, terong, kubis, lada, cabe, talas (yam).

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah A :

– Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Makanan yang terbuat dari kedelai, seperti : tahu, tempe.

– Kopi.

– Apricot, nanas, jeruk bali, limau, lemon, apel, anggur, strawberi, jambu biji, semangka, mulberry.

– Alfafa, brokoli, lobak putih, jahe, labu, wortel, bawang putih, seledri, bawang merah.

Pola makanan Golongan Darah A merupakan Vegetarian (tinggi karbohidrat, rendah lemak, tinggi protein nabati).

4. Golongan Darah O ( 46 % populasi dunia ) :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah O :

Tepung terigu, seperti : roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Babi, burung puyuh.

– Susu dan produk susu.

– Kopi.

– Pir asia, jeruk, melon, kelapa / santan, kiwi, strawberry.

– Alfalfa, kol kembang, alpukat, zaitun hitam, jagung, mentimun, kentang (semua jenis), asinan, kubis, bak choy.

– Telur puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah O :

Rumput laut (kelp).

– Seafood.

– Sapi, domba, rusa, kambing, kelinci.

– Jambu biji, nanas, ceri, apel, aprikot, kurma, pepaya, mulberry.

– Brokoli, kelp, wortel, labu, colland hijau, lada, okra, lobak putih, parsley, sledri, talas (yam), bawang putih, jahe, singkong, ubi jalar.

Pola makan Golongan Darah O merupakan Carnivore (Pemburu). Makan daging (protein tinggi, rendah karbohidrat dan lemak), dan menghindari makanan gandum, terigu dan sebagian besar biji-bijian.

Dengan mengetahui Pola Makanan Golongan Darah, maka kita bisa memilih apakah kita akan mengikuti pola makan ini atau tidak dan semua itu kembali kepada keputusan kita. Tidak ada ketentuan dan peraturan mengenai apa yang boleh kita makan dan tidak sehubungan dengan golongan darah ini, tetapi kalau kita mengikuti pola makanan golongan darah ini maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa kita akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit kronik.

Memang dalam kenyataannya agak sulit kadang-kadang untuk menjalankan pola makan golongan darah secara sempurna, karena dalam hidup, kita tentu kadang-kadang ingin merasakan makanan yang enak, atau makan pada pesta-pesta dan resepsi, atau kadang-kadang makanan yang tersedia pada saat-saat tertentu tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Bukannya berarti lalu kita tak usah makan atau tidak makan dalam kondisi tersebut, tetapi kalau kita bisa menjalankan pola makan golongan darah semaksimal mungkin maka akan lebih baiklah hasil kesehatan kita.

Mudah-mudahan tulisan ini bisa bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Sumber: PT. Viamore International.

Golongan Darah B – Omnivore Seimbang

Tulisan berikut ini adalah salinan (copy) dari blog : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-b sebagai berikut :

Orang yang ber Golongan Darah B meliputi 10 % dari populasi dunia.

Persentase 10 % ini adalah persentase dalam skala dunia, jadi bisa saja misalnya di negara Indonesia , khusus untuk orang yang ber Golongan Darah B ini bisa melebihi 10 %. Tetapi ada negara lain yang persentase orang bergolongan darah B lebih rendah dari 10 %. Tetapi secara global dalam lingkup dunia, tetap persentase orang bergolongan darah B adalah 10 %.

Makanan yang paling tidak sesuai untuk orang Golongan Darah B adalah ayam. Kalau mempunyai masalah kesehatan, maka coba pantang makan ayam, maka ternyata akan lebih mudah sembuh. Selain ayam, golongan darah B sangat tidak cocok dengan makanan yang mempunyai kulit keras seperti kacang tanah, makanan dari kacang kedelai, dan kepiting. Sedangkan yang paling cocok dengan orang Golongan Darah B adalah daging kambing, sayur-sayuran, pisang dan semangka. Dan ini adalah satu-satunya golongan darah yang cocok dengan produk-produk hasil peternakan seperti susu sapi, susu kambing, dan keju.

Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang.

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Golongan Darah B :

Makanan yang  TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :

– Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.

– Seafood (yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Kacang-kacangan & biji-bijian, seperti : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).

– Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.

– Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.

– Telor bebek, telor burung puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :

– Telor ayam.

– Kambing, rusa, domba, kelinci.

– Licorice (sejenis kayu manis).

– Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.

– Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.

Resiko medis orang ber – Golongan Darah B :

Resiko medis yang umumnya dialami oleh orang ber – Golongan Darah B yang makan tidak sesuai dengan golongan darah B (salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darah B) antara lain yaitu :

– Masalah system syaraf, seperti kram / sakit kepala, lupus.

– Masalah pikun.

– Alzheimer’s.

– Parkinson’s.

– Diabetes melitus.

Suplemen khusus untuk orang ber Golongan Darah B adalah Legreen B, yang formulasinya adalah sebagai berikut :

Dasar : Chlorella, Barley Hijau (Barley Green), Rose Hips, Bubuk Hawthorn Berry, Bubuk Elderberry.

Mineral : Kalsium (dari rumput laut, diambil dari Lithothamnium Corraliodes dan Lithothamnium Calcareum), Magnesium (asam amino chelate), Selenium (asam amino komplex), Molibdenum (asam amino chelate), Boron (sitrat), Vandium (sitrat), Ipriflavones, Kromium (asam amino chelate), Tembaga (asam amino chelate), Kalium (asam amino chelate).

Vitamin : Vitamin A (Betakaroten), Vitamin B6, Vitamin B12, Vitamin C (dari acerola berry dan asam askorbat), Vitamin D (Klasiferol), Vitamin E (d-alpha tokoferol), Vitamin K (phytonadione), Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat (Kalsium Folinate), Biotin.

Lain-lain : Kolostrum, Co Q10, Akar kayu manis (Licorice), Tunas brokoli (brocolli sprouts), Tunas Oat (Avena Sativa), Daun Parsley.

Prebiotik & Probiotik : Lactobacillus Bulgaricus, Lactobacillus Sporogenes, Arabinogalactan (dari Larix Occidentali & Resin), Saccharomyces Cerevisae.

Enzime Pengantar (Opti-Blend Delivery) dan Enzyme Pencernaan (Digestive Blend) : Amilase, Protease I, Protease II, Peptidase, Lipase, Investase, Sellulase, Laktase, Maltase, Hemi Sep.

Expients : Campuran Protein (Konsentrat protein Whey, bubuk protein beras dan putih telur), Serat Apel, Pektin, Asma Alfa Lipoat (Alpha Lipoic Acid), Bromelain.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

Golongan Darah Manusia

Tulisan berikut ini adalah salinan dari blog : http://www.AsnawiLim.com/Golongan-Darah-Dunia sebagai berikut :

Dunia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 golongan darah yang berbeda, dengan perbandingan persentase sbb : Golongan Darah O (46 %), Golongan Darah A (40%), Golongan Darah B (10 %), Golongan Darah AB (4 %).

Dan dari sifat dan jenis makanan yang sesuai dengan golongan darahnya, maka dikategorikan sbb :

– Golongan Darah O   : Carnivore / Pemburu.

– Golongan Darah A  : Vegetarian.

– Golongan Darah B  : Omnivore Seimbang.

– Golongan Darah AB : Diet Campuran.

Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik  jari kita.

Golongan darah mempengaruhi :

– Sistem pencernaan,

– Kemampuan badan dalam merespon stress,

– Keadaan mental,

– Efisiensi metabolisme,

– Kekuatan system daya tahan tubuh,

– Kemampuan aktivitas.

Kita bisa merasakan perbedaan dari golongan darah ini dari hal-hal sbb :

– Saat mengkonsumsi produk kesehatan, ada yang merasakan khasiatnya, ada yang tidak merasakan khasiatnya.

– Malam setelah minum kopi, ada yang bisa tidur, tetapi ada yang tidak bisa tidur, sehingga ada yang sengaja minum kopi supaya tidak mudah merasa ngantuk.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Makanan bagi seseorang bisa merupakan racun bagi orang yang lain (“One Man’s Food, Another Man’s Poison“).

– Makan = reaksi kimia antara darah dengan makanan yang kita makan atau suplemen yang kita konsumsi.

– Makanan mengandung protein yang disebut lektin.

– Golongan darah kita terprogram secara genetik untuk menerima atau menolak lektin makanan-makanan tertentu.

Lektin yang bertentangan dengan golongan darah akan terkumpul dalam organ tubuh seperti hati, ginjal, otak, lambung, usus, dll atau system tubuh mulai menggumpalkan sel-sel di daerah tersebut. Proses penggumpalan itu disebut aglutinasi (“agglutination” dan akan mengganggu pencernaan, metabolisme dan system daya tubuh. Akibatnya akan timbul penyakit kronis seperti :  radang sendi (arthritis), radang usus besar (colitis), kolestrol tinggi, anemia, tekanan darah tinggi, stress, kelebihan berat badan (obesitas), depresi, diabetes melitus, dan kecanduan makanan (food carvings).

Dampak dari makan makanan tidak sesuai dengan golongan darah, maka sel darah akan terkontaminasi, antara lain berupa :

– CRT : Parasites,

– CRT : Poor Foundation,

– CRT : Calcium Def,

– CRT : Cholestrol,

– CRT : Oxidised Fat + Bad Viral Activity,

– CRT : Rouleaux.

Untuk membantu menormalkan kembali sel-sel darah yang telah terkontaminasi ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi LEGREEN, yang mempunyai fungsi utama sbb :

– Memberi nutrisi lengkap untuk seluruh badan agar berfungsi dengan optimal,

– Membuang toksin dan lektin yang melekat maupun yang berkumpul di organ dan system sehingga membantu mencegah penyakit kronis.

Hasil dari mengkonsumsi LEGREEN dapat dilakukan dengan analisa sel hidup (“Life Blood Analysis“).

Sumber tulisan :  PT. Viamore Internasional.

Mengenal Golongan Darah Anda

Tulisan ini merupakan salinan (copy an) dari website : http://www.AsnawiLim.com/Tahukah-Golongan-Darah-Anda?

Ternyata belum semua orang tahu apa golongan darah nya.

Ada juga orang yang sebenarnya sudah tahu golongan darahnya, tetapi karena jarang berurusan dengan persoalan golongan darah ini, jadi lupa atau ragu-ragu apakah golongan darahnya. Sehingga ketika ditanyakan apakah golongan darahnya menjadi ragu-ragu atau bingung untuk menjawabnya.

Orang awam biasanya hanya tahu bahwa golongan darah diperlukan saat ada keperluan transfusi darah saja, memang hal ini benar, tetapi sebenarnya kebutuhan pengetahuan mengenai golongan darah sangatlah luas jangkauannya, bukan hanya sekedar urusan transfusi darah saja.

Dalam keadaan darurat, seperti saat kecelakaan, saat di rumah sakit, saat seseorang memerlukan tambahan darah dalam keadaan darurat, maka orang harus tahu apa golongan darahnya, karena transfusi darah hanya dilakukan dengan darah dari golongan darah yang sama.

Kita semua tahu ada golongan darah A, B, AB, dan O. Golongan darah anak akan ditentukan oleh kombinasi golongan darah kedua orang tuanya. Karenanya golongan darah juga digunakan untuk memastikan seseorang adalah anak kandung dari ayah ibu nya atau bukan.

Dan ternyata setiap golongan darah mempunyai sifatnya sendiri dan memberikan reaksi yang berbeda-beda terhadap jenis makanan yang dikonsumsinya. Karenanya ada pola makanan yang sesuai dengan golongan darah seseorang.

Dan ternyata pola makanan sesuai golongan darah akan menentukan kesehatan seseorang, bukan hanya kesehatan sesaat, tetapi juga kesehatan dalam jangka panjang, artinya kesehatan setelah umurnya mulai menanjak senja pun akan sangat ditentukan oleh apa yang dulunya pernah dikonsumsi seseorang saat masih muda.

Walaupun saat ini kita masih sehat, ataupun mulai sakit-sakitan akibat salah pola makan tidak sesuai golongan darah, tetapi belum terlambat untuk mengenal pola makan sesuai golongan darah, dan kembali kepada pola makan yang benar, agar kita bisa menjalankan hari-hari ke depan dengan lebih sehat dan terhindar dari penyakit kritis yang bisa menyusahkan hidup kita.

Semoga setelah kita mengetahui golongan darah kita, maka selanjutnya kita bisa menjadi lebih sehat dan terhindar dari sakit akibat salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darahnya.

Buah Hati Kuning Karena Tak Cocok Golongan Darah

Berikut ini kami salin dari http://www.AsnawiLim.com/ini-berita-baru-tentang-golongan-darah-ibu-dan-kandungannya

Walaupun hal ini bukanlah hal baru lagi, tapi bermanfaat buat kita untuk memahaminya, sebagai berikut:

Saya memang sangat meyakini mengenai perbedaan golongan darah dan pengaruhnya dalam kesehatan kita, dan ini ada satu berita baru yang sangat menarik perhatian saya. Saya membacanya di buletin “NOVA 1149/XXIII 1-7 Maret 2010” halaman 46-47 mengenai : “Kesehatan” dengan judul : “Buah Hati Kuning Karena Tak Cocok Golongan Darah?“, tulisan : Laili Damayanti.

Saya menyalinnya secara lengkap agar bisa juga menjadi informasi berharga buat semua yang membacanya, sbb :

Perbedaan golongan darah bayi dan ibu bisa menyebabkan bayi baru lahir mengalami kuning yang hebat dan membahayakan kelangsungan hidup bayi.

Yuk, cari tahu soal perbedaan golongan darah ibu-bayi.

Beberapa waktu yang lalu pasangan artis Nirina Zubir dan Ernest “Cokelat”, dibuat kalang kabut di rumah sakit. Setelah bayi mungil mereka Zivara dilahirkan, muncul masalah baru yang tak kalah pelik. Bayi mereka mengalami kuning atau yang dalam medis disebut juga dengan ikterus oleh hyperbilirubinemia. Kondisi ini didiagnosis oleh dokter disebabkan ketidakcocokan golongan darah ibu dengan bayi atau yang dikenal dengan A-B-O incompability. Di mana golongan darah anak yang berjenis B bereaksi dengan golongan darah ibu yang berjenis O yang mengalir dalam tubuh anak, sehingga sel darah merahnya mudah pecah dan meningkatkan konsentrasi bilirubin dalam aliran darah.

Meski secara fisiologis semua bayi dapat mengalami kuning, namun bila tidak ditangani secara tepat juga dapat berakibat fatal.

“Kuning yang hebat pada bayi, bisa menyumbang terjadinya kerusakan sel otak permanen”, ujar dr. Setyadewi Lusyati, Sp.A(K) konsultan neonatologi RSAB Harapan Kita – Jakarta mengingatkan.

Inilah mengapa, dokter anak cukup berhati-hati memantau perkembangan bayi baru lahir, terutama dalam 3 hari setelah dilahirkan.

Umumnya kuning fisiologis baru akan muncul setelah bayi berusia 3 hari. Bila kurang dari itu, dokter anak akan mengobservasi perkembangan hyperbilirubinemia sembari melakukan upaya penyinaran.

Berkaca pada pengalaman pasangan Nirina-Ernest, pasangan suami-istri sebaiknya tidak main-main dengan perbedaan golongan darah. Khususnya istri dengan golongan darah O dan suami bukan O.

Nah, agar tidak mengalami risiko yang fatal sebaiknya ketahui seluk beluk soal ketidakcocokan golongan darah.

Akibat Beda Golongan.

Setidaknya ada 4 golongan darah A, B, AB dan O yang dikenal secara universal.

Keempat golongan ini memiliki kandungan dan karakteristik yang berbeda.

Golongan darah A dikatakan memiliki kandungan antigen A, golongan darah B memiliki kandungan antigen B, golongan darah AB memiliki antigen B dan antigen A, sedangkan golongan darah O memiliki anti A dan anti B.

Kandungan ini yang menyebabkan tubuh membentuk antibodi dan menyerang sel darah merah yang mengandung zat antigen (dianggap sebagai benda asing, red).

Pada proses persalinan, darah ibu yang bergolongan darah O akan berkontak lebih banyak dengan golongan darah anak. Banyaknya darah janin yang memiliki antigen masuk sirkulasi darah ibu, membuat sistem imun ibu membentuk kekebalan (antibodi) terhadap antigen A ataupun antigen B. Kekebalan ini kemudian menyerang darah anak yang memiliki antigen tersebut sehingga sel darah merah pecah dan menjadi bilirubin (indirect). Ini dapat mengakibatkan bayi menjadi kuning.

Padahal dalam kondisi normal saja, bayi memiliki potensi peningkatan bilirubin yang lebih tinggi ketimbang orang dewasa karena sifat sel darah merah bayi lebih mudah pecah.

Namun biasanya, tubuh bayi akan berusaha menstabilkan kadar bilirubin dengan mekanisme konjugasi oleh hati. Yaitu, upaya mengubah menjadi bilirubin indirect menjadi bilirubin direct yang lebih larut air dan mudah dikeluarkan alias mengubah bilirubin menjadi cairan empedu serta dikeluarkan melalui pencernaan dan memberi warna pada feses.

Umumnya setelah lewat 10 hari, kuning pada bayi akan hilang seiring kualitas dinding sel darah merah yang semakin baik dan fungsi hati yang optimal mengkonjugasi bilirubin.

Tak Selalu Transfusi.

Sayangnya, peningkatan kadar bilirubin pada bayi kadangkala tidak bisa ditolerir oleh tubuh sendiri. Kadar bilirubin pun menumpuk dalam darah terlalu tinggi. Padahal ambang toleransi bilirubin dalam darah di bawah 15 mg/dl (250 umol/L) pada bayi cukup bulan dan 12 mg/dl (250 umol/L) pada bayi kurang bulan.

Selain kadar bilirubin yang diperhitungkan, percepatan kenaikan bilirubin pun patut dipertimbangkan.

Dokter anak memiliki patokan untuk menoleransi kenaikan bilirubin salah satunya dengan melihat manifestasi hyperbilirubinemia dengan hitungan Kramer. Skor Kramer dihitung dengan melihat ikterus (kuning) yang menyebar, mulai dari wajah ke leher (K1), wajah ke pusar (K2), wajah dan badan hingga pangkal paha (K3), wajah ke lutut serta lengan hingga siku (K4) dan seluruh badan hingga jari tangan serta kaki (K5). Jika telah memasuki level K2 di hari kedua, maka sudah termasuk tidak normal.

“Normalnya bayi usia 3 hari, kuning dapat terjadi dari wajah hingga pusar. Bila belum berusia 3 hari sudah menunjukkan kuning hingga pusar, maka patut diwaspadai”, ungkap dokter Lusy.

Dokter Lusy menambahkan, penilaian kuning pada bayi ini seringkali tersamar oleh warna kulit bayi baru lahir yang kemerahan. Inilah sebabnya penilaian kuning bayi baru lahir, sebaiknya dipercayakan pada petugas medis dan dokter anak yang lebih berpengalaman.

Padahal bila kuning sudah mencapai pusar, bisa diprediksi bilirubin berjumlah sekitar 12 mg/dl. Bila peningkatan bilirubin lebih dari 5 mg/dl dalam 24 jam, padahal kuning biasa berlangsung sampai sekitar hari kelima hingga ketujuh, maka bilirubin mencapai angka di kisaran 20 hingga 25 mg/dl. Di sinilah orang tua harus waspada.

Bila melewati jumlah 25 mg/dl bisa terjadi ensefalopati bilirubin akut. Yakni resiko masuknya bilirubin indirect (dalam darah) melewati blood brain barrier dan merusak sel-sel dalam otak.

Selain kerusakan sel otak, peningkatan bilirubin juga dapat diiringi dengan resiko penurunan hemoglobin (Hb) sebagai akibat banyaknya sel darah merah yang pecah.

Pada kasus Zivara (putri Nirina-Ernest, red) di mana bilirubin terlalu tinggi dan kenaikan level kuning yang terlalu cepat, dokter kemudian menyarankan dilakukan transfusi pertukaran darah untuk mengganti darah anak dengan darah donor (golongan O).

Keputusan ini sah saja diambil, mengingat masa depan anak dipertaruhkan bila kuning tidak segera dikendalikan. Tindakan ini sebenarnya jarang diambil oleh dokter anak. Menurut dokter Lusy, umumnya untuk kasus kuning pada bayi baru lahir, masih dapat diupayakan melalui terapi sinar (phototheraphy).

Tujuannya, membantu mengubah bilirubin indirect menjadi lumirubin yang lebih mudah diubah oleh tubuh bayi. Hanya sekitar 15% kasus hyperbilirubinemia yang dilakukan transfusi pertukaran darah.

Bisa Akibatkan Cerebral Palsy.

Mengapa hyperbilirubinemia harus ditangani tepat?

Dikatakan dokter Lusy, bila bilirubin indirect terlampau pekat dalam darah, ia mampu menembus blood brain barrier menuju sel otak, ini dapat mengakibatkan kerusakan permanen otak. “Sayangnya, sel otak tidak bisa diperbarui layaknya sel tubuh lain.

Akibatnya, bisa menyebabkan cacat permanen pada anak,” tegasnya, Kecacatan yang paling banyak disebabkan hyperbilirubinemia adalah celebral palsy atau kekakuan pada anggota badan yang disebabkan kerusakan pada pusat pengendali motorik pada korteks di otak. Selain itu, hyperbilirubinemia juga bisa menyebabkan kerusakan pendengaran, bila kerusakan sel otak terjadi pada bagian yang mengendalikan kemampuan mendengar. Tentu saja, tuli akibat hyperbilirubinemia tidak terjadi spontan namun berupa degradasi kemampuan mendengar.

Demikianlah kutipan ini, mungkin para blogger ada yang ingin berkomentar, atau memberikan tambahan input yang bermanfaat untuk kita saling membagi pengalaman dan pengetahuan.