DIG – DIGestive Enzymes dari Viamore

Tulisan ini merupakan salinan dari blog : http://asnawilim.com/dig-digestive-enzymes-sesuai-golongan-darah

DIG ( DIGestive Enzymes) adalah suatu campuran spektrum luas dari enzim-enzim yang bekerja secara cepat dan harmonis, dengan zat kimia yang alami terdapat pada tubuh Anda untuk mengoptimalkan pencernaan lemak, kanji, karbohidrat, protein (termasuk gluten, caisen, dan kedelai), gula dan susu yang terdapat dalam semua makanan kita. Enzim-enzim yang ada dalam produk ini adalah berasal dari hasil produksi nabati, yang mempunyai kelas enzim makanan alami dan ph yang luas sehingga dapat bekerja baik di lambung asam, alkali dan usus.

DIG - Viamore, untuk info dan pemesanan, hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.
DIG - Viamore, untuk info dan pemesanan, hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.

Fakta tentang pencernaan dan enzim pencernaan :

Makanan sehat yang kita konsumsi adalah pondasi bagi kesehatan dan vitalitas yang optimal. Namun bilamana makanan yang sehat bahkan suplemen yang terbaik pun yang diasupkan ke tubuh kita, tetapi tidak dapat tercerna dengan baik, maka manfaat yang diperoleh oleh tubuh kita hanya sedikit dan menyebabkan stress pada tubuh kita. Hal ini diyakini oleh banyak ahli gizi bahwa tubuh kita memiliki spesifik “potensial enzim” yang bisa habis. Pebelitian sangat menunjukkan bahwa penderita penyakit liver, tekanan darah tinggi, arteriosklerosis, tuberkulosis, diabetes dan obesitas memiliki tingkat enzim jaringan yang rendah. Setelah membaca tulisan ini, Anda terpana setelah mengetahui betapa besarnya kegunaan enzim bagi tubuh Anda, jauh dari apa yang pernah Anda ketahui selama ini. Prioritas utama tubuh Anda adalah memastikan tubuh Anda memiliki nutrisi yang cukup untuk menjalankan sistem tubuh Anda. Ini berarti mencerna makanan dan mengubahnya menjadi nutrisi adalah prioritas. Tidak ada kegiatan yang lebih penting bagi tubuh daripada kegiatan ini. Kegiatan ini membutuhkan banyak energi dan enzim, terutama jika tubuh harus memproduksi / membuang sebagian besar atau semua enzim ini. Tubuh kita membuat dua jenis enzym utama: enzim pencernaan dan enzim metabolik. Enzim pencernaan berkaitan dengan proses mencerna makanan dan enzim metabolik berkaitan dan menangani proses perbaikan jaringan (tissue repair). Dengan kata lain, untuk kita berfungsi pada tingkat optimal, kesehatan sistem perncernaan kita adalah sangat penting. Ingat ! Bahwa tidak ada makanan dapat dicerna tanpa enzim pencernaan. Semakin banyak kita bergantung pada enzim yang diproduksi oleh tubuh kita, maka kita membuat sistem tubuh dan organ kita semakin stress. Dalam kondisi demikian, semakin sedikit waktu yang dimiliki oleh sistem dan organ kita  untuk membangun kembali, menggantikan sel dan jaringan tubuh yang telah aus dan rusak, menjaga sistem kekebalan tubuh kita.

Apa yang terjadi jika kekerungan enzim ?

Seiring dengan berjalannya waktu, secara perlahan tapi pasti Anda akan mulai kehilangan efisiensi dalam memproduksi enzim untuk kebutuhan tubuh Anda. Selama bertahun-tahun Anda bahkan tidak memperhatikan dan merasakan adanya perubahan penurunan ini. Tetapi ketika Anda mulai memiliki gejala di bawah ini, Anda akan mulai bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada tubuh Anda. Jawabannya sederhana, Anda mengalami Masalah Kekurangan Enzim (Enzyme Deficiency).

  • Insomnia.
  • Masalah rambut rontok.
  • Masalah katarak.
  • Alergi terhadap makanan.
  • Gampang mengalami inveksi virus.
  • Masalah pikun dan kurang konsentrasi.
  • Masalah tipes.
  • Masalah pernafasan – sinusitis, alergi, batuk pilek, asma dan bronkitis.
  • Emosi yang kurang stabil.
  • Masalah asam urat yang tinggi.
  • Masalah kulit – ruam, kulit kusam, psoriasis, eksim, jerawat.
  • Ketidakseimbangan kadar gula darah.
  • Masalah sistem pencernaan – kembung, sembelit, diare, gangguan pencernaan, sariawan dan sering mengalami panas dalam.
  • Kadar kolesterol yang tinggi – LDL dan Trigliserida.
  • Arthritis (penyakit sendi) yang serius.
  • Gampang mempunyai masalah infeksi jamur – masalah keputihan.
  • Sering sakit kepala.
  • Kurangnya gizi.
  • Depresi.
  • Kelelahan kronis.
  • Sering rasa nyeri, pegal dan sakit.
  • Penurunan kekebalan tubuh.
  • Penuaan dini.
  • Osteoporsis (keropos tulang).
  • Masalah batu ginjal.
  • Masalah batu empedu.
  • Aterosklerosis (penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah).
  • Masalah tekanan darah tinggi.
  • PMS.
  • Pembengkakan sendi.
  • Rematik.
  • Masalah susah mengontrol berat badan walaupun pola makan yang sedikit.
  • Masalah ambien.

Faktor-faktor penyebab penurunan atau kehabisan enzim dalam tubuh :

  1. Masalah gaya hidup kebiasaan kita melakukan diet (pola makan) yang kurang sehat dan tidak seimbang, obsesi terhadap makanan cepat saji, lebih menyukai makanan gorengan, asupan lemak dan gula yang berlebihan, semua kebiasaan buruk ini memerlukan jumlah enzim yang banyak untuk mencerna makanan tersebut.
  2. Kebiasaan stress merupakan salah satu faktor yang dapat membunuh dan merusak sel. Hal ini mengakibatkan mesin penghasil enzim dari tubuh kita harus bekerja tanpa henti untuk membantu membangun kembali dan menggantikan sel yang telah rusak tersebut.
  3. Faktor pencemaran lingkungan menyebabkan kerusakan sel, membutuhkan bantuan enzim secara terus-menerus untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang sehat.
  4. Faktor waktu dan proses kehidupan akan selalu menggunakan enzim, dan enzim ini harus selalu diganti dengan enzim yang baru, bila kita berharap ingin mempertahankan kebiasaan aktivitas gaya hidup sehat kita.
  5. Faktor usia bisa memperlambat dan mengurangkan jumlah enzim penghasilan. Akibatnya pencernaan menjadi lambat dan menghambat kemampuan dalam memproses nutrisi penting yang akan digunakan di seluruh tubuh kita.

Setiap faktor di atas bisa mengurangi kemampuan tubuh kita untuk bertindak, untuk melakukan, untuk merasakan dengan cara kita ingin merasa, dan seperti banyak ilmuwan terkemuka yang akan memberi tahu Anda, bahwa faktor-faktor ini dapat mempersingkat hidup Anda.

Jenis enzim.

Tubuh hanya bisa menyerap nutrisi dari makanan setelah enzim pencernaan memecahnya menjadi partikel  yang lebih kecil. Pemecahan makanan dimulai dari mulut dan berakhir di usus kecil.

1. Mulut : Ketika makanan dikunyah, air liur mulai mencerna karbihidrat.

2. Esofagus (Kerongkongan) : Berfungsi menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esofagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung.

3. Lambung : Semuanya dicampur dengan cairan pencernaan. Asam Hydrocloric membunuh bakteri. Enzim memecah protein.

4. Liver : Cairan empedu, yang tersimpan dalam hati, disekresikan untuk memecah lemak.

5. Pankreas : Banyak jenis enzim pencernaan yang dihasilkan kelenjar pancreas.

6. Usus kecil : Makanan yang kini berada di usus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Pada usus kecil terjadi pencernaan secara kimiawi, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus kecil serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus kecil.

7. Usus besar : Menyerap air selama proses pencernaan. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh.

8. Anus : Apabila feses sudah siap dibuang, maka otot spinkter rektrum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Ada delapan jenis enzim pencernaan utama, masing-masing dirancang (designed) sebegitu spesifik untuk membantu memecah berbagai jenis makanan untuk mengoptimumkan seseorang secara keseluruhan dari kesehatan dan kesejahteraan.

Protease ———– Mencerna protein.

Amilase ———— Mencerna karbohidrat.

Lipase ————– Mencerna lemak. Selulase ———— Memecah dan mencerna serat.

Maltase ———— Koversi gula kompleks dari biji-bijian menjadi glukosa.

Laktase ———— Mencerna gula susu (laktosa) pada produk susu.

Phytase ———— Membantu pencernaan secara keseluruhan, terutama dalam memproduksi vitamin B.

Sukrase ———— Mencerna jenis gula yang terdapat dalam sebahagian besar makanan.

Apakah enzim itu, dan Mengapa begitu penting ?

Anda mungkin pernah mendengar tentang enzim, dan Anda mungkin telah mengetahui pentingnya enzim bagi pencernaan Anda. Tapi Anda mungkin tidak menyadari betapa enzim diperlukan oleh setiap sel dalam tubuh Anda, karena enzim TIDAK hanya diperlukan untuk pencernaan, tetapi juga untuk SEMUA proses fisiologis Anda. Enzim sebagai biokatalisator, yang merupakan senyawa organik bermolekul besar yang berfungsi untuk mempercepat jalannya reaksi metabolisme di dalam tubuh tanpa mempengaruhi keseimbangan reaksi. Enzim adalah salah satu unsur yang paling penting dalam tubuh kita. Enzim mendorong proses bologis yang diperlukan bagi tubuh Anda untuk membangun bahan baku, mengedarkan nutrisi, menghilangkan bahan kimia yang tidak diperlukan oleh tubuh, dan segudang proses biokimia lain yang berlangsung terus-menerus tanpa Anda pernah menyadarinya. Dampak negatif dari kekurangan enzim pencernaan adalah kekurangan gizi dan defisit nutrisi utama bagi tubuh. Hal ini akan dapat mengganggu kekebalan tubuh dan mengakibatkan proses-proses berikut berpengaruh seperti menghambat pertumbuhan, menghalangi proses pencernaan, melambatkan atau tidak terjadinya penyembuhan penyakit, membahayakan sel-sel tubuh, mengkomplikasikan sistem pertahanan tubuh serta meninggikan resiko terhadap penyakit utamanya bagi kalangan yang sudah berusia lanjut.

Kenapa kita perlu nutrisi enzim perncernaan tambahan ?

Ketika kita makan, makanan akan berada dalam lambung sekitar 45 menit sebelum sampai ke usus duabelas jari (usus kecil). Pencernaan yang kurang baik dapat terjadi di lambung yang disebabkan oleh kurangnya kandungan enzim yang secara alamiah ada dalam makanan kita. Enzim makanan ini mengalami kerusakan saat dimasak (dipanaskan) dan diproses. Oleh karena itu, coba bayangkan manfaat dari suplemen penambah enzim pencernaan berspektrum luas yang seimbang seperti DIG (DIGestive Enzymes) yang dapat membantu proses pencernaan ini menjadi lebih baik. Sekitar 60 – 80 % energi kita digunakan untuk proses pencernaan. Penambahan enzim pencernaan seperti DIG (DIGestive Enzymes) dapat sangat mengurangi beban pankreas dan seluruh proses pencernaan, yaitu dengan membantu memecahkan makanan kita menjadi komponen-komponen kecil sehingga lebih mudah diasimilasi. Penambahan enzim ini dapat meningkatkan energi kita dan tidak akan mengakibatkan rasa ngantuk “food coma” setelah makan. Bilamana kita tidak mengkonsumsi 80 – 90 % makanan mentah (makanan yang tidak mengalami /melalui proses pemanasan atau masak), maka tubuh kita akan menggunakan energi yang sudah direservasi untuk membuat enzim metabolik itu untuk pencernaan. Akhirnya, tubuh kita akan kekurangan enzim metabolik untuk menangani proses perbaikan jaringan tisu tubuh. Jadi, pada dasarnya dengan penambahan enzim pencernaan DIG (DIGestive Enzymes) akan dapat membantu seluruh tubuh menjadi awet muda dan lebih sehat dengan membiarkan enzim metabolik bekerja sesuai dengan tugasnya. Semakin cepat Anda memulai, berarti semakin cepat Anda mengembalikan dan memperpanjang vitalitas yang pernah Anda miliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua orang, tanpa memandang usia tua maupun muda, harus melengkapi enzim yang hilang dalam makanan saat dimasak dan diproses.

DIG (DIGestive Enzymes) direkomendasikan untuk mereka yang :

  • Sering makan di luar.
  • Sering mengkonsumsi makanan berkadar gula tinggi.
  • Sering mengkonsumsi makanan berprotein dan berlemak tinggi.
  • Sering tidur malam (bergadang).
  • Ada masalah liver.
  • Ada masalah benjolan tubuh (benjolan lemak atau protein).
  • Ada masalah mulas, gangguan pencernaan, diare, sembelit.
  • Sering merasa kembung atau kekenyangan sesudah makan, walaupun hanya makan sedikit.
  • Kurang mengkonsumsi sayur / buah segar.
  • Sering makan makanan siap saji seperti burger, pizza, ayam goreng, dan makanan beku.
  • Sering makan makanan yang telah diproses seperti mie instan, biskuit, makanan dan minuman kaleng dan botol.
  • Sering makan buah potong.
  • Sering makan buah setelah makan.

Ingridients :

Pineapple, Unripe Green Papaya, Fresh Ume, Malted Barley, Essene Sprout, Miso, Black Currant, Beetroot, Apricot, Cranberries, Parsnips, Walnut, Apple, Lemo, Ginger, Red Plum, Parsley, Turnips, Celery, Broccoli, Oat Bran, Rice Bran, Inulin (PreBiotics).

Komposisi :

Nanas, Pepaya Hijau, Plum Hijau Segar, Mart Barli, Essence Sprout, Miso, Kismis Hitam, Akar Bit, Aprikot, Cranberi, Lobak Putih, Buah Kenari, Apel, Lemon, Jahe, Plum Merah, Peterseli, Lobak, Seledri, Brokoli, Dedak Oat, Dedak Beras, Inulin (PreBiotics).

Enzim – Enzim :

Amylase, Amylase II, Protease I, Protease II, Protease III, Lipase, Cellulase, Hemicellulase, Pullulanase, Beta-Glucanse, Lactase, Maltase, Sucrase, Bromelain, Papain, Beta-Galactosidase, Alpha-Galactosidase, Phytase, Pectinase.

Hypoallergenic :

Semua bakan baku dalam DIG (DIGestive Enzymes) adalah kwalitas tertinggi. Ini formulasi khusus yang TIDAK mengandung bahan buatan kimia, pewarna, perasa, bahan additive, stimulan, ragi, terigu, telur, susu, gluten, kasein, kedelai, jagung, produk hewani atau pengawet yang dapat merugikan kesehatan Anda.

100 % Vegetarian dan cocok untuk Vegan.

DIG (DIGestive Enzymes) ini adalah formulated in USA.

Sumber : PT. Viamore International.

Untuk informasi dan pemesanan, silakan hubungi : Angela Salim, Hp : 081808308989.

Golongan Darah O – Carnivore

Tulisan berikut ini adalah salinan (copy) dari blog : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-o sebagai berikut :

Persentase orang ber – Golongan Darah O adalah 46 % dari seluruh populasi dunia. Ini merupakan bagian terbesar dibandingkan dengan golongan darah lainnya, sehingga merupakan mayoritas.

Orang ber – Golongan Darah O banyak yang suka makan makanan dari gandum (tepung terigu) seperti roti, mie, kue-kue, pizza, juga suka makan jagung, biji-bijian, kol, kembang kol. Ini adalah makanan yang sebenarnya tidak cocok dengan Darah O karena ini merupakan makanan pantangan, yang bisa mengganggu metabolisme dan justru menyebabkan peningkatan berat badan. Golongan Darah O adalah “The HuntersPemburu….. maka amat cocok dengan makanan daging.

Banyak orang yang merasa kaget dan heran mengapa orang ber – Golongan Darah O justru disarankan untuk makan daging. Selama ini banyak yang berfikir bahwa daging merah itu tidak sehat untuk kesehatan, maka akhirnya mereka berusaha menjadi vegetarian, tetapi ternyata kesehatan mereka ternyata juga tidak bertambah sehat. Mengapa ?

Ini adalah satu contoh supaya bisa dipakai untuk menilai apakah daging itu tidak sehat ? Apakah anda pernah ke negara Arab ? Apa yang orang Arab makan setiap hari ? Daging ! Daging Sapi, Daging Kambing, Daging Domba, Daging Kelinci, Daging Unta. Mereka jarang sekali makan sayur-sayuran atau buah-buahan karena keadaan di padang pasir yang tidak memungkinkan. Buah-buahan yang sering mereka makan adalah buah kurma saja. Kalau makan daging itu tidak sehat, maka orang yang paling pertama sekali akan mengalami masalah kesehatan adalah orang Arab. Tetapi mengikut kajian, orang Arab masih tetap sehat dan ini menyebabkan salah seorang ahli ilmuan bernama Dr. Michael Williams melakukan kajian lebih mendalam mengenai situasi ini. Dan hasil kajian yang dilakukan Dr. Michael Williams dan tim ahli ilmuannya ternyata sebagian besar (kurang lebih 95 %) populasi Arab adalah dari golongan darah O. Orang ber – Golongan Darah O tetap sehat walaupun terus-menerus makan daging karena mempunyai asam lambung yang tinggi, cocok dengan makanan daging dan makanan yang mengandung khasiat protein yang tinggi.

Orang ber – Golongan Darah O juga amat cocok dengan seaweed, rumput laut yang mempunyai kandungan yodium yang tinggi untuk mencegah penyakit atau masalah di bagian tiroid. Disarankan juga makanan laut, garam yang mempunyai kandungan yodium yang tinggi (garam yang belum diproses). Indoles dari bayam dan brokoli, juga amat cocok untuk orang ber Golongan Darah O.

Golongan Darah O merupakan Carnivore (Pemburu).

Berikut ini adalah rangkuman makanan yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan orang ber – Golongan Darah O :

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah O :

Tepung terigu, seperti : roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Babi, burung puyuh.

– Susu dan produk susu.

– Kopi.

– Pir asia, jeruk, melon, kelapa / santan, kiwi, strawberry.

– Alfalfa, kol kembang, alpukat, zaitun hitam, jagung, mentimun, kentang (semua jenis), asinan, kubis, bak choy.

– Telur puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah O :

Rumput laut (kelp).

– Seafood.

– Sapi, domba, rusa, kambing, kelinci.

– Jambu biji, nanas, ceri, apel, aprikot, kurma, pepaya, mulberry.

– Brokoli, kelp, wortel, labu, colland hijau, lada, okra, lobak putih, parsley, sledri, talas (yam), bawang putih, jahe, singkong, ubi jalar.

Resiko Medis orang ber – Golongan Darah O :

Resiko medis yang umumnya bisa dialami oleh orang ber Golongan Darah O karena makan tidak sesuai dengan golongan darahnya (pola makan tidak sesuai dengan Golongan Darah O) adalah sebagai berikut :

– Masalah lambung, seperti : penernaan, maag, penyakit ucler.

– Masalah keradangan, seperti artritis / radang sendi.

– Masalah darah, seperti : stroke, penyakit jatung.

– Masalah tiroid, kadar metabolisme yang rendah, peningkatan berat badan.

– Alergi.

Suplemen khusus untuk orang ber – Golongan Darah O adalah LEGREEN  O, yang formulasi nya adalah sebagai berikut :

Dasar : Chlorella, Barley Hijau (Barley Green), Bubuk Blueberry, Fucus Vesiculosis, Ginseng (eleutheroccus sp).

Mineral : Kalsium (dari rumput laut, diambil dari Lithothamnium Corraliodes dan Lithothamnium Calcareum), Magnesium (asam amino chelate), Seng (asam amino chelate), Selenium (asam amino komplex), Mobibdenum (asam amino chelate), kalim (asam amino chelate), Vanadium (sitrat), Yodium (Potassium iodide), Kromium (asam amino chelate), Tembaga (amino acid chelate), Mangan (picolinate).

Vitamin : Vitamin A (Betakaroten), Vitamin B6, Vitamin B12, Vitamin C (acerola berry dan asam askorbat), Vitamin D (Kalsiferol), Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat (Kalsium Foliante), Biotin, Asam Pantotenat (Pantothenic Acid).

Lain-lain : CoQ10, L-Tirosin, L-Karnitin, Ekstrak kunyit, Kolin, Inositol.

Prebiotik & Probiotik : Streptococcus, Thermophilus Lactobacillus Rhamnosus, Arabinogalactan (dari Larix Occidentali & Resin), Buah pisang, SaccharomycesBoulardii.

Enzime Pengantar (Opti-Blend Delivery) dan Enzime Pencernaan (Digestive Blend) : Amilase, Protease I, Protease II, Peptidase, Lipase, Investase, Sellulase, Laktase, Maltase, Hemi Sep.

Expients : Campuran Protein (bubuk protein beras dan putih telur), Serat Apel, Pektin, Asam Alfa Lipoat (Alpha Lipoic Acid), Bromelain.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

Golongan Darah B – Omnivore Seimbang

Tulisan berikut ini adalah salinan (copy) dari blog : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-b sebagai berikut :

Orang yang ber Golongan Darah B meliputi 10 % dari populasi dunia.

Persentase 10 % ini adalah persentase dalam skala dunia, jadi bisa saja misalnya di negara Indonesia , khusus untuk orang yang ber Golongan Darah B ini bisa melebihi 10 %. Tetapi ada negara lain yang persentase orang bergolongan darah B lebih rendah dari 10 %. Tetapi secara global dalam lingkup dunia, tetap persentase orang bergolongan darah B adalah 10 %.

Makanan yang paling tidak sesuai untuk orang Golongan Darah B adalah ayam. Kalau mempunyai masalah kesehatan, maka coba pantang makan ayam, maka ternyata akan lebih mudah sembuh. Selain ayam, golongan darah B sangat tidak cocok dengan makanan yang mempunyai kulit keras seperti kacang tanah, makanan dari kacang kedelai, dan kepiting. Sedangkan yang paling cocok dengan orang Golongan Darah B adalah daging kambing, sayur-sayuran, pisang dan semangka. Dan ini adalah satu-satunya golongan darah yang cocok dengan produk-produk hasil peternakan seperti susu sapi, susu kambing, dan keju.

Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang.

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan Golongan Darah B :

Makanan yang  TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :

– Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.

– Seafood (yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Kacang-kacangan & biji-bijian, seperti : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).

– Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.

– Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.

– Telor bebek, telor burung puyuh.

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :

– Telor ayam.

– Kambing, rusa, domba, kelinci.

– Licorice (sejenis kayu manis).

– Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.

– Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.

Resiko medis orang ber – Golongan Darah B :

Resiko medis yang umumnya dialami oleh orang ber – Golongan Darah B yang makan tidak sesuai dengan golongan darah B (salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darah B) antara lain yaitu :

– Masalah system syaraf, seperti kram / sakit kepala, lupus.

– Masalah pikun.

– Alzheimer’s.

– Parkinson’s.

– Diabetes melitus.

Suplemen khusus untuk orang ber Golongan Darah B adalah Legreen B, yang formulasinya adalah sebagai berikut :

Dasar : Chlorella, Barley Hijau (Barley Green), Rose Hips, Bubuk Hawthorn Berry, Bubuk Elderberry.

Mineral : Kalsium (dari rumput laut, diambil dari Lithothamnium Corraliodes dan Lithothamnium Calcareum), Magnesium (asam amino chelate), Selenium (asam amino komplex), Molibdenum (asam amino chelate), Boron (sitrat), Vandium (sitrat), Ipriflavones, Kromium (asam amino chelate), Tembaga (asam amino chelate), Kalium (asam amino chelate).

Vitamin : Vitamin A (Betakaroten), Vitamin B6, Vitamin B12, Vitamin C (dari acerola berry dan asam askorbat), Vitamin D (Klasiferol), Vitamin E (d-alpha tokoferol), Vitamin K (phytonadione), Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat (Kalsium Folinate), Biotin.

Lain-lain : Kolostrum, Co Q10, Akar kayu manis (Licorice), Tunas brokoli (brocolli sprouts), Tunas Oat (Avena Sativa), Daun Parsley.

Prebiotik & Probiotik : Lactobacillus Bulgaricus, Lactobacillus Sporogenes, Arabinogalactan (dari Larix Occidentali & Resin), Saccharomyces Cerevisae.

Enzime Pengantar (Opti-Blend Delivery) dan Enzyme Pencernaan (Digestive Blend) : Amilase, Protease I, Protease II, Peptidase, Lipase, Investase, Sellulase, Laktase, Maltase, Hemi Sep.

Expients : Campuran Protein (Konsentrat protein Whey, bubuk protein beras dan putih telur), Serat Apel, Pektin, Asma Alfa Lipoat (Alpha Lipoic Acid), Bromelain.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

Golongan Darah A – Vegetarian

Tulisan berikut ini adalah salinan (copy) dari blog : http://www.AsnawiLim.com/golongan-darah-a sebagai berikut :

Persentase orang ber – golongan darah A adalah 40 % dari seluruh penduduk dunia, seperti dapat dilihat dalam tulisan kami sebelumnya.

Bagi yang ber – Golongan Darah A, makanan yang tidak cocok untuk golongan darah A ini adalah makanan daging, tetapi sering kali makanan daging merupakan kegemaran mereka. Sering kali setelah makan banyak daging, mereka mudah merasa capek, sering merasa tubuh panas, dan juga masalah sariawan.

Bagi golongan darah A yang sesudah makan makanan daging, ada baiknya minum segelas jus nenas atau lemon atau kopi yang bisa membantu pencernaan protein yang tinggi. Tetapi kalau minum kopi itu hanya sesudah makan.

Golongan Darah A seharusnya menjadi Vegetarian. Mereka adalah golongan yang cocok sekali dengan sayur-sayuran dan buah-buahan. Golongan darah A tetap bisa makan makanan daging, tetapi terbatas pada ayam dan ikan.   *Vegetarian (tinggi karbohidrat, rendah lemak, tinggi protein nabati).

Berikut adalah rangkuman makanan-makanan yang sesuai dan tidak sesuai dengan golongan darah A.

Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah A :

– Sapi, kambing, bebek, babi, domba, rusa, kelinci, angsa, burung puyuh.

– Susu sapi dan produk susu sapi.

– Kacang mente, kacang merah, buncis lima.

– Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.

– Pisang, kelapa /santan, melon, mangga, jeruk, pepaya.

– Kentang, tomat, asinan, acar, terong, kubis, lada, cabe, talas (yam).

Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah A :

– Seafood (kecuali yang berkulit keras, seperti : tiram, kerang, kepiting).

– Makanan yang terbuat dari kedelai, seperti : tahu, tempe.

– Kopi.

– Apricot, nanas, jeruk bali, limau, lemon, apel, anggur, strawberi, jambu biji, semangka, mulberry.

– Alfafa, brokoli, lobak putih, jahe, labu, wortel, bawang putih, seledri, bawang merah.

Resiko Medis Orang ber –  Golongan Darah A :

Resiko medis yang umumnya bisa dialami  karena makan tidak sesuai dengan golongan darahnya (salah pola makan tidak sesuai dengan golongan darah A) :

– Penyakit kanker, seperti : kanker lambung, kanker usus, dan kanker liver.

– Penyakit jantung – penyempitan pembuluh darah, kolesterol, dan darah kental.

– Komplikasi hati (fatty liver) dan empedu.

– Diabetes melitus.

– Anemia (kekurangan sel darah merah).

– Depresi.

Suplemen khusus untuk orang ber-golongan darah A adalah Legreen A,  yang formulasi nya adalah sebagai berikut :

Dasar : Chlorella, Barley Hijau (Barley Green), Bubuk juice Beet, Bubuk Cherry Acerola, Dunaliea.

Mineral : Kalsium (dari rumput laut, diambil dari Lithothamnium Corraliodes dan Lithothamnium Calcareum), Magnesium (asam amino chelate), Boron (sitrat), Vanadium (sitrat), Ipriflavones, Kromium (asam amino chelate), Betaine HCL, Gentian (Akar Gentiana Lutea).

Vitamin : Vitamin A (Betakaroten), Vitamin B12, Vitamin C (acenola berry dan asam askorbat), Vitamin D (Kalsiferol), Vitamin E (d-alpha tokoferol), Tiamin, Riboflavin, Niasin, Asam Folat (Kalsium Folinate), Biotin, Asam Pantotenat (Pantothenic Acid), Piridoksin 5 fostat (Pyridoxine 5 Phosphate).

Lain-lain : Kolostrum, Conjugated Asam Linoleat, Ginkgo Biloba, Ekstrak biji Anggur (95% proantosianidin standar), campuran Opti SOD (Super Oksida Dimutase), Milk Thistle.

Prebiotik & Probiotik : Bifidobacterium Bifidus, Lactobacillus Plantarum, Lactobacillus Reuteri, Jeruselem Artichoke Tuber, Akar Burdock.

Enzime Pengantar (Opti-Blend Delivery) dan Enzime Pencernaan (Digestive Blend) : Amilase, Protease I, Protease II, Peptidase, Lipase, Investase, Sellulase, Laktase, Maltase, Hemi Sep.

Expients : Campuran Protein (bubuk protein kedelai, bubuk protein kacang polong dan bubuk protein beras), Serat Apel, Pektin, Asam Alfa Lipoat (Alpha Lipoic Acid), Bromelain.

Sumber tulisan : PT. Viamore Internasional.

Golongan Darah Manusia

Tulisan berikut ini adalah salinan dari blog : http://www.AsnawiLim.com/Golongan-Darah-Dunia sebagai berikut :

Dunia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 golongan darah yang berbeda, dengan perbandingan persentase sbb : Golongan Darah O (46 %), Golongan Darah A (40%), Golongan Darah B (10 %), Golongan Darah AB (4 %).

Dan dari sifat dan jenis makanan yang sesuai dengan golongan darahnya, maka dikategorikan sbb :

– Golongan Darah O   : Carnivore / Pemburu.

– Golongan Darah A  : Vegetarian.

– Golongan Darah B  : Omnivore Seimbang.

– Golongan Darah AB : Diet Campuran.

Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik  jari kita.

Golongan darah mempengaruhi :

– Sistem pencernaan,

– Kemampuan badan dalam merespon stress,

– Keadaan mental,

– Efisiensi metabolisme,

– Kekuatan system daya tahan tubuh,

– Kemampuan aktivitas.

Kita bisa merasakan perbedaan dari golongan darah ini dari hal-hal sbb :

– Saat mengkonsumsi produk kesehatan, ada yang merasakan khasiatnya, ada yang tidak merasakan khasiatnya.

– Malam setelah minum kopi, ada yang bisa tidur, tetapi ada yang tidak bisa tidur, sehingga ada yang sengaja minum kopi supaya tidak mudah merasa ngantuk.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Makanan bagi seseorang bisa merupakan racun bagi orang yang lain (“One Man’s Food, Another Man’s Poison“).

– Makan = reaksi kimia antara darah dengan makanan yang kita makan atau suplemen yang kita konsumsi.

– Makanan mengandung protein yang disebut lektin.

– Golongan darah kita terprogram secara genetik untuk menerima atau menolak lektin makanan-makanan tertentu.

Lektin yang bertentangan dengan golongan darah akan terkumpul dalam organ tubuh seperti hati, ginjal, otak, lambung, usus, dll atau system tubuh mulai menggumpalkan sel-sel di daerah tersebut. Proses penggumpalan itu disebut aglutinasi (“agglutination” dan akan mengganggu pencernaan, metabolisme dan system daya tubuh. Akibatnya akan timbul penyakit kronis seperti :  radang sendi (arthritis), radang usus besar (colitis), kolestrol tinggi, anemia, tekanan darah tinggi, stress, kelebihan berat badan (obesitas), depresi, diabetes melitus, dan kecanduan makanan (food carvings).

Dampak dari makan makanan tidak sesuai dengan golongan darah, maka sel darah akan terkontaminasi, antara lain berupa :

– CRT : Parasites,

– CRT : Poor Foundation,

– CRT : Calcium Def,

– CRT : Cholestrol,

– CRT : Oxidised Fat + Bad Viral Activity,

– CRT : Rouleaux.

Untuk membantu menormalkan kembali sel-sel darah yang telah terkontaminasi ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi LEGREEN, yang mempunyai fungsi utama sbb :

– Memberi nutrisi lengkap untuk seluruh badan agar berfungsi dengan optimal,

– Membuang toksin dan lektin yang melekat maupun yang berkumpul di organ dan system sehingga membantu mencegah penyakit kronis.

Hasil dari mengkonsumsi LEGREEN dapat dilakukan dengan analisa sel hidup (“Life Blood Analysis“).

Sumber tulisan :  PT. Viamore Internasional.